Powered By Blogger

Sabtu, 07 April 2012

TUGAS 2 BAHASA INDONESIA 2


Pengaruh Pengumuman Dividen Terhadap Perubahan Harga
Saham Sebelum dan Sesudah Ex-Dividend Date di Bursa Efek
Jakarta (BEJ) 
 

Lani Siaputra
Alumnus Fakultas Ekonomi Universitas Kristen Petra, Surabaya
Adwin Surja Atmadja
Staf Pengajar Fakultas Ekonomi Universitas Kristen Petra, Surabaya Email: aplin@peter.petra.ac.id
 
 ABSTRAK

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh ex-dividen date terhadap perubahan harga saham di Bursa Efek Jakarta. Periode penelitian selama 30 hari, yaitu 15 hari sebelum dan 15 hari sesudah ex-dividend date yang dianalisa dengan menggunakan metode event study melalui aplikasi uji  beda dua rata-rata berpasangan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa nilai rata-rata harga saham sebelum  ex-dividend date dan nilai rata-rata harga saham sesudah  ex-dividend date secara statistik berbeda signifikan. Hal ini mengindikasikan, bahwa terjadi pergerakan  harga saham yang signifikan selama antara dua periode observasi tersebut akibat pengumuman pembagian dividen. Lebih lanjut, besarnya perubahan harga saham tersebut secara statistik tidak berbeda dengan nilai dividen per lembar saham yang dibagikan.
Kata kunci: dividen, ex-dividend date, harga saham. 


Sabtu, 10 Maret 2012

Tulisan 2 Bahasa Indonesia 2

KENAIKAN BBM SELALU MENIMBULKAN EFEK DOMINO
Salah satu pom pertamina

Beberapa hari ini kita seringkali membaca di surat kabar, mendengar dan melihat berita di televisi tentang akan dilaksanakannya kebijakkan kenaikan BBM ( Bahan Bakar Minyak ) bersubsidi tahun ini. Meskipun, belum tahu pasti kapan tepatnya kebijakkan ini diterapkan. Namun, masyarakat sudah menjadikan topik tentang kebijakkan kenaikan BBM, menjadi sebuah topik yang hangat dibicarakan dikalangan masyarakat, khususnya para pengguna kendaraan bermotor baik pribadi maupun umum. Mengapa topik kenaikan BBM ini menjadi hal yang sepertinya sangat vital?
Hal ini disebabkan, karena BBM adalah sebuah benda yang keberadannya saat ini sangat sulit untuk digantikan.
Banyak mungkin kita temukan energi lainnya yang mampu digunakan sebagai energi alternatif atau pengganti BBM, tetapi tetap saja demand ( permintaan) terhadap energi vital yang berasal dari minyak bumi ini selalu berada di level atau tingkat yang lebih tinggi dibandingkan energi alternatif lainnya. Hal ini lah yang mendorong terjadinya efek yang saya sebut dengan efek domino atau dengan kata lain kebijakkan menaikkan harga BBM bersubsidi ( premium dan solar ) memiliki pengaruh yang berkelanjutan terhadap sektor - sektor ekonomi lainnya.
Contohnya: kebijakkan menaikkan harga BBM bersubsidi berdampak pada naiknya bahan - bahan kebutuhan primer, naiknya kebutuhan primer ini mendorong naiknya harga makanan jadi dipasaran, dan selanjutnya berdampak pada meningkatnya biaya makan harian buruh perusahaan/ pabrik yang tentunya membuat perusahaan harus mengeluarkan dana lebih untuk itu, yang artinya biaya untuk memproduksi barangpun akan naik, dan harga jual barang tersebutpun naik.
Dalam istilah ekonomi keadaan seperti itu biasa disebut dengan inflasi (keadaan dimana harga barang naik atau melonjak).
Seperti itulah setidaknya sedikit gambaran bila kebijakkan menaikkan BBM jadi dilaksanakan dan lagi - lagi masyarakat menengah kebawah yang paling merasakan dampaknya.
Semoga pemerintah dapat mengambil langkah yang terbaik bagi masyarakat.

Tulisan 1 Bahasa Indonesia 2

CITA-CITA ADALAH DO'A

Cita-cita itu merupakan sebuah keinginan yang ingin dicapai setinggi-tingginya.
Cita-cita itu merupakan sebuah do'a.
Dengan adanya cita-cita, berarti seseorang mempunyai tujuan hidup. tujuan hidup yang ingin hidupnya sempurna.
Dalam hidup, dalam jati diri seseorang pasti melahirkan rasa cita-cita.
Keinginan yang harus disertai kesabaran, do'a dan tawakal.
Jika cita-cita seseorang belum tercapai jangan mudah berputus asa, jangan mudah menyerah dan harus berusaha lagi, lagi dan lagi.
Tuhan ( Allah SWT ) yang sudah memberikan kehendak kepada kita, namun kita yang menentukan arah tujuan hidup kita.
Membahagiakan orang tua, membahagiakan keluarga dan orang sekitar merupakan sebuah cita-cita. Cita-cita dengan rasa mengabdi yang begitu tinggi.
Tuhan ( Allah SWT) sudah mengatur jalan hidup setiap masing-masing orang.
Semoga dengan cita-cita hidup saya, kamu, dan anda semua menjadi lebih terarah. Amin amin Ya Robbal Alamin.

Jumat, 09 Maret 2012

tugas 1 bahasa indonesia 2

ANDAI ELVIS BANGKIT DAN BBM NAIK

bila bbm naik
Siapa yang tidak tahu Elvis Presley?? Ya, dia adalah seorang penyanyi rock n’roll legendaris era 60-an. Namanya sangat terkenal hingga ia dipanggil dengan sebutan "The King" dan "The King of Rock 'n' Roll". Selain penyanyi, The King adalah seorang produser musik dan aktor. Elvis Presley Lahir tanggal 8 Januari 1935 di Tupelo,Missisipi, Amerika Serikat dan wafat tanggal 16 Agustus 1977. Namun, bagaimanakah bila ia hidup kembali tahun 2012??
Karikatur ini bercerita, tentang kembalinya sang legenda dari kematian, saat dia ingin mengendarai mobil cadillac kesayangannya untuk berjalan – jalan menyusuri kota, The King ingin mengetahui perubahan apa saja yang terjadi selama ia tertidur, akan tetapi saat ia gunakan cadillac kesayangannya, ternyata bensin yang tersisa tinggal sedikit sekali, lalu Elvis berkeliling dan mencari pompa bensin terdekat untuk mengisi bensin. Sewaktu hendak mengisi bensin ia tersentak kaget dan lalu terkena serangan jantung untuk yang kedua kalinya setelah kematiannya yang pertama. Alangkah terkejutnya ia ketika mendapati harga bahan bakar minyak yang paling murah dan disubsidi pemerintah terpampang naik menjadi Rp 6000,- dari Rp 4500,-.
Itulah mungkin illustrasi yang mampu digambarkan tentang setelah naiknya bbm ( Bahan Bakar Minyak ) nanti. Akan ada banyak masyarakat yang terkena dampak negatifnya, yaitu bertambahnya beban hidup.

Senin, 28 November 2011

Faktor yang Mempengaruhi Keputusan Pembelian Sepatu Nike

kiri : Phil Knight. Kanan : Bill Bowerman Phil

Keputusan pembelian sepatu nike dalam keluarga

Sebelum kita membahas faktor – faktor yang mempengaruhi keputusan pembelian sepatu nike oleh konsumen. Tidak ada salahnya kita mengetahui terlebih dahulu bagaimana sejarah perusahaan Nike ini didirikan dan berkembang. Berikut adalah sejarah singkat Perusahaan Nike.
 
Nike didirikan oleh Phil Knight bersama seorang pelatih Bill Bowerman Phil. Cinta mereka pada olahraga membuat mereka selalu bersama, dan mereka juga memiliki cinta kepada teknologi sepatu olahraga dan pakaian.

Pada tahun 1962 : Knight berhasil menyelesaikan studi, dan melanjutkan untuk berkeliling dunia. Ketika di Jepang, Knight mulai mengimpor sepatu lari Jepang ke Amerika Serikat, hanya dengan investasi $ 500, dia mendapat 200 pasang sepatu untuk dijual di AS, Lalu Phil bekerja untuk Onitsuka Tiger. Ketika bekerja untuk Onitsuka Tiger, dia berfikir bahwa akan mendapat lebih banyak keuntungan jika ia mulai memproduksi sepatu sendiri.

"The Swoosh" sebutan untuk logo Nike
Pada tahun 1971 : Seorang karyawan Jeff Johnson terpikir untuk memberi nama Nike (dewi Yunani setelah kemenangan) untuk perusahaannya. Phil Knight akhirnya memperoleh nama untuk perusahaan yang saat ini menjadi perusahaan besar, tetapi dia juga membutuhkan sebuah logo. Caroline Davidson, yang telah mengenal Phil ketika dia masih menjadi mahasiswa di University of Oregon. Diminta untuk merancang logo untuk Nike, yang terkenal di seluruh dunia dengan sebutan “The Swoosh”.

Pada tahun 1987 : Nike merilis model pertamanya yaitu Air Max Line. Gelembung udaranya (Air Bubbles) dan kenyamanannya meyakinkan banyak orang untuk membeli sepasang Air Max Line. Nike pada awalnya hanya dikenal sebagai perusahaan sepatu lari

Pada tahun 1984 : Nike menandatangani kerjasama dengan pemain basket Michael Jordan, yang hingga hari ini menjadi bagian dari Nike. Beberapa model yang dikenal sampai hari ini adalah: Nike Air Force 1, Nike Vandal, Nike Air Max garis, dan Nike Air Jordans. Hingga hari ini Nike terus memajukan teknologi mereka dan membuat Nike mampu bersaing hingga saat ini dengan para kompetitornya.
 
Nike Air Force 1
Nike
Setelah kita mengetahui bagaimana sejarah perkembangan perusahaan Nike, mari kita membahas faktor – faktor apa saja yang mendorong seseorang untuk membeli produk sepatu Nike. Dalam konteks ini saya hanya melakukan penelitian dengan melakukan wawancara atau bertanya langsung kepada responden. Responden disini dibatasi hanya untuk keluarga saya saja, hal ini dikarenakan penulisan ini merujuk pada arahan tugas yang diberikan oleh dosen saya. Jadi segala faktor yang mempengaruhi disini mungkin akan berbeda pada anda.
Berdasarkan data yang saya dapatkan, dapat saya jabarkan bahwa faktor yang mendorong keputusan pembelian sepatu Nike adalah dari faktor harga, kualitas, dan desain dari sepatu tersebut.
1.      Harga
Harga yang dipatok untuk sebuah sepatu Nike sangatlah bervariasi dengan kisaran Rp 350.000,- sampai jutaan. Namun, harga yang diberikan sebanding dengan kualitas dan prestige jika kita menggunakan sepatu Nike ini. Hal ini karena Nike sudah memiliki nama besar untuk jenis produk sepatunya.
2.      Kualitas
Seperti yang telah disebutkan diatas, bahwa Nike memiliki kualitas yang bertaraf internasional dan tidak diragukan lagi bahwa Nike memiliki kualitas yang sangat terjamin. Jadi dari segi kualitas ini juga mempunyai pengaruh.
3.      Desain
Fakto desain adalah faktor yang tidak kalah penting, faktor ini yang paling menentukan saat pertama kali pembelian sepatu ini, sebelum kita merasakan kualitas dengan menggunakannya. Desain dari sepatu Nike yang tergolong sangat bervariasi. Mendorong remaja yang ingin tampil beda untuk membelinya.

Dari ketiga faktor diatas, dapat disimpulkan bahwa yang memiliki pengaruh yang besar ( terbesar s.d terkecil ) adalah desain, harga dan terakhir kualitas.

Selasa, 11 Oktober 2011

PERILAKU KONSUMEN


ANALISIS SEGMENTASI PASAR
( Perusahaan Jasa, Dagang dan Manufaktur )



Dalam tulisan ini, saya akan membahas mengenai Analisis Segmentasi Pasar atau yang biasa kita kenal dengan penggolongan pasar di dalam 3 jenis perusahaan, yaitu :
1.      Perusahaan Jasa
2.      Perusahaan Dagang
3.      Perusahaan Manufaktur
Dalam menganalisis tiga jenis perusahaan tersebut, saya menggunakan beberapa pendekatan yang biasa digunakan untuk menganalisis segmentasi pasar, yakni pendekatan segmentasi  demografi dan pendekatan segmentasi geografis

A.     PENDEKATAN SEGMENTASI DEMOGRAFI
ð  Segmentasi yang membagi pasar menjadi grup – grup berdasarkan usia, jenis kelamin, besarnya anggota keluarga, tahap dalam daur hidup keluarga, pendidikan, pekerjaan, tingkat penghasilan dll.

a)         Perusahaan Jasa
PT KAI membuat gerbong atau kereta khusus wanita, gerbong ini membedakan atau meng khususkan penumpang dalam gerbong ini adalah yang berjenis kelamin wanita. hal ini di maksudkan untuk menghindari terjadinya tindak pelecehan seksual yang seringkali dialami penumpang kereta wanita





b)        Perusahaan Dagang

PT lotte mart wholesale, mengelompokkan barang – barang yang di jualnya berdasarkan beberapa kriteria, dalam hal ini salah satunya adalah berdasarkan jenis kelamin.
Contohnya:
-          Lotte mart menjual mainan anak – anak dengan mengelompokkan atau memisahkan antara mainan untuk anak laki – laki ( mobil – mobilan, robotan, pistol mainan dll ) dengan mainan anak perempuan ( boneka, rumah boneka, alat masak mainan dll )
c)         Perusahaan Manufaktur
PT Nestle Indonesia membuat segmentasi pasar dengan cara meluncurkan produk susu yang berbeda untuk usia yang berbeda, contohnya :
-          Dancow 1+ diperuntukkan untuk anak umur 1 tahun keatas
-          Dancow Nutrigold 3+ diperuntukkan untuk anak yang mulai memasuki pra- sekolah
-          Dancow 5+ diperuntukkan untuk anak usia 5 tahun keatas.



B.      PENDEKATAN SEGMENTASI GEOGRAFIS
ð  Segmentasi yang membagi – bagi pasar ke dalam unit geografis yang berbeda. Contohnya: negara, regional, kota atau lingkungan.
a)         Perusahaan Jasa

PT Garuda Indonesia, membuat perbedaan jenis pesawat yang terbang dengan zona terbang ( rute terbang ) yang akan di lalui pesawat tersebut.
Contohnya:
-          Untuk melayani rute pendek antar kota di indonesia, PT Garuda Indonesia menggunakan pesawat dengan kapasitas kecil ( < 100 penumpang ). Jenis pesawat tersebut antara lain Embraer, Bombardier dan ATR.
Sedangkan, untuk melayani rute jauh luar negeri, PT Garuda Indonesia menggunakan pesawat dengan kapasitas besar ( > 100 penumpang ). Jenis pesawat yang digunakan antara lain tipe Boing 747-800
b)         Perusahaan Dagang

PT McDonald’s, membuat produk burgernya berbeda bahan komposisi dagingnya.
Contohnya:
-          Di negara – negara non muslim, McD membuat Hamburger yang menggunakan daging babi sebagai dagingnya.
Sedangkan di negara muslim, dalam hal ini Indonesia Mcd hanya mengeluarkan atau membuat Beef burger yang menggunakan komposisi daging sapi dan tidak menyertakan burger yang menggunakan daging babi.





c)        Perusahaan Manufaktur

PT Honda, membuat penyesuaian tipe mobil yang di jual dengan melihat pasar yang berkembang di negara tersebut.
Contohnya:
-          PT Honda meluncurkan varian mobil sport dua pintu, kebanyakkan untuk daerah eropa dan amerika.
Sedangkan, untuk di Indonesia sendiri PT Honda lebih cenderung meluncurkan varian mobil sedan empat pintu dan mobil keluarga dibandingkan varian mobil sport dua pintu. Hal ini dikarenakan permintaan terhadap mobil sport dua pintu yang tergolong mahal ini hanya diminati kalangan tertentu saja.


 sumber :
pksm.mercubuana.ac.id/new/.../files.../94004-5-865021039437.doc
zumri-policeline.blogspot.com/2010/03/segmentasi-pasar.html
elearning.gunadarma.ac.id/docmodul/.../bab4_segmentasi_pasar.pdf
www.scribd.com/doc/55740209/SEGMENTASI-PASAR   

Sabtu, 24 September 2011

PERILAKU KONSUMEN

BAB III
PROBABILITAS PENGAMBILAN KEPUTUSAN OLEH KONSUMEN






1. Model proses pengambilan keputusan
Dalam proses pengambilan keputusan terdapat berbagai macam model yang dapat diterapkan oleh konsumen, model – model tersebut antara lain :

A. Menurut E.S Quade
a) Model Kualitatif
Model kualitatif ini didasarkan pada asumsi yang tingkat ketepatannya masih kurang dibandingkan dengan model kuantitatif. Model jenis sangat tepat digunakan untuk mengatasi masalah – masalah sosial.

b) Model Kuantitatif
Model kuantitatif ini didasarkan pada asumsi yang tepat dan dinyatakan dalam serangkaian hubungan matematis yang pasti. Ciri pokok model ini yaitu digunakan secara lengkap melalui asumsi – asumsi dana kesimpulannya berupa konsekuensi logis dari asumsi yang tanpa menggunakan pertimbangan intuisi tentang praktik dunia nyata.

B. Menurut Herbert G.Hicks dan c. Ry Gullet
a) Model probalititas
Model probabilitas ini membahas mengenai kemungkinan yang terjadi pada masa yang akan datang terhadap suatu peristiwa tertentu dan nilai harapan atas terjadinya peristiwa tersebut.

b) Model Matriks
Model matriks ini diterapkan guna menayangkan secara khusus perpaduan antara beberapa strategi atau alternative yang digunakan serta nilai atau hasil yang diharapkan pada masing – masing strategi atau alternative

Model ini terdiri atas dua hal pokok, yaitu :
1. Garis yang menggambarkan berbagai strategi atau alternatif di pakai sebagai dasar pengambilan keputusan
2. Lajur yang menggambarkan kondisi dam situasi yang berlainan pada masing - masing alternatif strategi.

C. Menurut B.A Fisher
a) Model Preskriptif / Normatif
Model preskriptif ini menjelaskan tentang bagaimana seharusnya suatu kelompok mengambil keputusan dengan cara memberikan pedoman dasar, agenda, jadwal dan urut-urutan yang membantu kelompok mencapai konsensus
Penerapan model ini meliputi lima langkah ( orientasi, evaluasi, pengawasan, pengambilan keputusan dan pengendalian )

b) Model Deskriptif
Model deskriptif ini memberikan informasi yang dibutuhkan kepada manajer untuk membuat keputusan – keputusan dan tidak menawarkan penyelesaian masalah faktor – faktor yang mempengaruhi keputusan. 
Pengambilan keputusan baik pribadi maupun kelompok dipengaruhi oleh lima faktor yang akan berpengaruh terhadap pembentukkan suatu model keputusan,antara lain :
a. keadaan lingkungan dan nilai-nilai yang sering kali berlawanan
b. pengaruh politik
c. emosionalisme
d. tingkat pendidikan
e. model keputusan faktual.

2. Faktor-faktor yang mempengaruhi keputusan konsumen
Dalam mengambil suatu keputusan, konsumen dipengaruhi oleh beberapa faktor yang menkaibatkan perbedaan pada setiap individu konsumen dalam mengambil keputusan. Faktor – faktor tersebut antara lain:

a) Kebudayaan
Kebudayaan ini memiliki sifat yang sangat luas dan menyangkut segala aspek kehidupan manusia.Kebudayaan adalah simbul dan fakta yang kompleks, yang diciptakan oleh manusia,diturunkan dari generasi ke generasi sebagai penentu dan pengatur tingkah laku manusiadalam masyarakat yang ada.

b) Kelas sosial
Pembagian masyarakat ke dalam golongan/ kelompok berdasarkan pertimbangantertentu, misal tingkat pendapatan, macam perumahan, dan lokasi tempat tinggal.

c) Kelompok referensi kecil
Kelompok ‘kecil’ di sekitar individu yang menjadi rujukan bagaimana seseorang harusbersikap dan bertingkah laku, termasuk dalam tingkah laku pembelian, misal kelompok keagamaan, kelompok kerja, kelompok pertemanan, dll.

d) Keluarga
Lingkungan inti dimana seseorang hidup dan berkembang, terdiri dari ayah, ibu dan anak.Dalam keluarga perlu dicermati pola perilaku pembelian yang menyangkut, Siapa yang mempengaruhi keputusan untuk membeli, Siapa yang membuat keputusan untuk membeli, Siapa yang melakukan pembelian, Siapa pemakai produknya.

e) Pengalaman
Berbagai informasi sebelumnya yang diperoleh seseorang yang akan mempengaruhiperilaku selanjutnya.

f) Kepribadian
Kepribadian dapat didefinisikan sebagai pola sifat individu yang dapat menentukantanggapan untuk beringkah laku.

g) Sikap dan kepercayaan
Sikap adalah suatu kecenderungan yang dipelajari untuk bereaksi terhadap penawaran produk dalam masalah yang baik ataupun kurang baik secara konsisten. Kepercayaanadalah keyakinan seseorang terhadap nilai-nilai tertentu yang akan mempengaruhi perilakunya.

h) Konsep diri
Konsep diri merupakan cara bagi seseorang untuk melihat dirinya sendiri, dan pada saatyang sama ia mempunyai gambaran tentang diri orang lain.Dari penulisan ini juga didapat tipe-tipe perilaku konsumen dalam pembelian produk,yakni :

Menurut Wilkie (1990), tipe perilaku konsumen dalam melakukan pembeliandikelompokkan menjadi empat berdasarkan tingkat keterlibatan pembeli dan tingkatketerlibatan diferensiasi merek, yang dijelaskan sebagai berikut :

a. Budget Allocation
Pilihan konsumen terhadap suatu barang dipengaruhi oleh cara bagaimanamembelanjakan atau menyimpan dana yang tersedia, kapan waktu yang tepat untuk membelanjakan uang dan apakah perlu melakukan pinjaman untuk melakukanpembelian.

b. Product Purchase or Not
Perilaku pembelian yang menggambarkan pilihan yang dibuat oleh konsumen, berkenaandengan tiap kategori produk atau jasa itu sendiri.

c. Store Patronage
Perilaku pembelian berdasarkan pilihan konsumen, berdasarkan tempat atau di manakonsumen akan melaksanakan pembelian produk atau jasa tersebut. Misalnya, apakahlokasi bakery menjadi salah satu faktor yang menentukan konsumen dalam melakukanproses pembelian.

d. Brand and Style Decision
Pilihan konsumen untuk memutuskan secara terperinci mengenai produk apa yangsebenarnya ingin dibeli.

3. Tipe – Tipe Proses Pengambilan Keputusan Pembelian Oleh Konsumen
Dalam materi perilaku konsumen, dikenal 4 tipe proses pembelian yang diterapkan oleh konsumen, antara lain :

a. Proses Complex Decision Making
Proses semacam ini biasanya terjadi bila keterlibatan tinggi pada pengambilan keputusan terjadi. Contohnya pengambilan keputusan untuk membeli mobil atau motor. Dalam hal ini konsumen secara aktif mencari informasi – informasi yang di butuhkan untuk di jadikan bahan pertimbangan dengan menetapkan kriteria tertentu atas barang tertentu.

b. Proses Brand Royalty
Proses semacam ini terjadi, saat konsumen menggunakan pengalaman masa lalunya terhadap suatu barang, apakah barang itu memuaskan atau tidak, untuk membeli kembali barang tersebut atau untuk melakukan pembelian ulang.

c. Proses Limited Decision Making
Dalama proses semacam ini kadang – kadang konsumen melakukan pengambilan keputusan meskipun konsumen tidak memiliki keterkaitan kepentingan yang tinggi, konsumen hanya memiliki sedikit pengalaman masa lalu atas produk atau barang tersebut.

d. Proses Inertia
Dalam proses semacam ini tingkat kepentingan atas barang rendah dan tidak ada pengambilan keputusan. Inertia berarti konsumen membeli merek yang sama sekali bukan karena loyal kepada merek tersebut, tetapi karena tidak ada waktu yang cukup dana ada hambatan untuk mencari alternatif, proses pencarian informasi pasif terhadap evaluasi dan pemilihan merek.

4. Keputusan Pembelian Konsumen
Pembelian konsumen adalah tahap dimana konsumen telah menetapkan keputusan yang telah mereka pertimbangkan sebelumnya yang di dasarkan pada berbagai macam tipe pembelian seperti yang telah diuraikan diatas. Berikut adalah struktur keputusan pembelian
a. Keputusan tentang jenis produk
b. Keputusan tentang bentuk produk
c. Keputusan tentang merek
d. Keputusan tentang agen penjualnya
e. Keputusan tentang jumlah produk
f. Keputusan tentang waktu pembelian
g. Keputusan tentang cara pembayaran



Sumber :

file.upi.edu

http://www.scribd.com/doc/52384659/PERILAKU-KONSUMEN-DALAM-PENGAMBILAN-KEPUTUSAN-TERHADAP-PRODUK-YANG-DIINGINKAN

http://www.scribd.com/doc/49988038/13/Keputusan-pembelian